Bangkalan, forumnusantara.com/ – Pantai Pasir Putih Tlangoh di Kabupaten Bangkalan kini tak lagi identik dengan abrasi dan tumpukan sampah. Kawasan pesisir yang dulu terancam hilang perlahan berubah menjadi destinasi wisata yang ramai dikunjungi.
Semua berawal dari penanaman hexa reef, struktur buatan berbentuk segi enam yang ditanam di bawah laut untuk menahan abrasi sekaligus menciptakan habitat baru bagi biota laut.
Program ini digagas PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO) sejak 2023. Sebelumnya, hasil kajian bersama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya pada 2022 menemukan abrasi di Tlangoh mencapai tujuh meter per tahun.
Ditambah lagi, sampah pesisir yang menumpuk hingga ribuan meter kubik per hari membuat kawasan ini kehilangan daya tarik wisata.
“Kalau dibiarkan, pantai bisa hilang. Karena itu kami mencari solusi yang bukan hanya menahan abrasi, tapi juga memberi manfaat jangka panjang,” kata Sigit Dwi Aryono, Sr Manager Regional Indonesia Timur PHE WMO.
Hexa reef pertama kali ditanam pada 2023. Hingga kini, total 390 ton struktur sudah berada di perairan Tlangoh. Hasil studi terbaru menunjukkan adanya sedimentasi atau akresi yang memperlebar bibir pantai. Dalam rentang analisis 2016–2025, segmen pantai tertentu bahkan mengalami pertumbuhan hingga lima meter.
Tak hanya itu, hexa reef juga menjadi rumah baru bagi ekosistem laut. Permukaan beton segi enam tersebut kini ditumbuhi berbagai jenis karang, mulai dari coral foliose hingga coral massive. Data menunjukkan tutupan karang mencapai lebih dari 18 persen.
Kehadiran karang ini menarik ikan-ikan karang, dengan 20 spesies teridentifikasi. Nelayan pun tak perlu melaut jauh karena ikan sudah banyak di sekitar pantai.
Keberhasilan program ini tak lepas dari dukungan masyarakat. Kepala Desa Tlangoh, Kudrotul Hidayat, membentuk Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) untuk mengelola kawasan.
Kini, Pantai Pasir Putih Tlangoh resmi ditetapkan sebagai destinasi wisata. Sedikitnya 40 UMKM lahir di sekitar pantai, mulai dari warung makanan, penjual oleh-oleh, hingga penyedia jasa parkir.
Bahkan, sejumlah mantan pekerja migran memilih pulang kampung dan membuka usaha di Tlangoh. Dari tujuh pengelola Pokdarwis, sebagian besar adalah eks PMI.
“Berkat adanya hexa reef, rantai nilai tercipta. Pokdarwis bekerja sama dengan nelayan dan pelaku UMKM, sehingga manfaatnya dirasakan semua pihak,” ujar Hidayat.
General Manager Zona 11 PHE WMO, Zulfikar Akbar, menyebut keberhasilan ini tak lepas dari partisipasi warga.
“Tanpa dukungan masyarakat, program ini tidak akan berhasil. Buat kami, mereka adalah hero tanpa jubah dari Tlangoh,” katanya.
Kini, Pantai Pasir Putih Tlangoh bukan hanya benteng abrasi, tapi juga simbol kebangkitan ekonomi lokal.
