MADIUN,forumnusantara.com/ – Suasana menjelang waktu sahur di Dusun Kampung Baru, Desa Sugihwaras, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, mendadak geger akibat kebakaran yang terjadi pada salah satu rumah warga, Senin dinihari (2/3/2026).
Peristiwa tersebut bermula ketika warga melihat kepulan asap tebal yang keluar dari bagian dapur rumah. Asap yang terus membumbung membuat warga sekitar panik dan khawatir api akan merembet ke bangunan lain di sekitarnya.
Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Pengendalian Bahaya Kebakaran Satpol PP Kabupaten Madiun, Andy Koerniawan, menjelaskan bahwa kejadian itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 00.20 WIB.
“Petugas menerima laporan kebakaran pada pukul 00.26 WIB. Setelah itu, satu unit mobil pemadam kebakaran langsung diberangkatkan menuju lokasi,” jelasnya.
Sesampainya di lokasi kejadian, petugas mendapati bagian dapur rumah masih dipenuhi asap tebal disertai bara api yang mulai membesar. Petugas pemadam kebakaran bersama warga setempat kemudian melakukan upaya pemadaman sekaligus pendinginan agar api tidak kembali menyala.
Rumah yang mengalami kebakaran diketahui milik Anita Widyasari Priyowati, warga Dusun Kampung Baru. Dugaan awal, sumber api berasal dari tungku kayu bakar yang masih menyala di area dapur.
“Diduga api berasal dari tungku kayu bakar yang belum sepenuhnya padam,” ujarnya.
Api akhirnya berhasil dipadamkan dan situasi dinyatakan aman sekitar pukul 01.20 WIB. Petugas juga melakukan pengecekan di sekitar lokasi guna memastikan tidak ada sisa api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
Akibat insiden tersebut, sebagian bangunan rumah bagian belakang mengalami kerusakan. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Kerugian material akibat kebakaran itu diperkirakan mencapai sekitar Rp20 juta.
Andy menambahkan, proses penanganan sempat terkendala karena akses jalan menuju lokasi cukup sempit sehingga armada pemadam harus bergerak dengan hati-hati.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada saat menggunakan api terbuka, khususnya tungku kayu bakar, serta memastikan api benar-benar padam sebelum ditinggalkan.
“Jika terjadi keadaan darurat, masyarakat diharapkan segera melapor agar petugas bisa segera melakukan penanganan,” pungkasnya.
