NGAWI, forumnusantara.com/ – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026, Pemerintah Kabupaten Ngawi menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Alun-Alun Merdeka Ngawi, Rabu (4/3/2026).

Kegiatan yang diinisiasi Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) ini ditinjau langsung Bupati Ngawi bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Langkah tersebut menjadi upaya konkret Pemkab Ngawi dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga kebutuhan pokok selama Ramadan hingga menjelang Lebaran. Sebanyak 22 stan turut berpartisipasi dengan menyediakan berbagai komoditas pangan dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.

Sejumlah warga mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut. Samiyem, warga Beran, mengatakan harga sejumlah bahan pokok di GPM lebih murah dibandingkan di pasar tradisional.

“Telur di pasar Rp28 ribu, di sini Rp26 ribu. Gula di pasar Rp17 ribu, di sini Rp16 ribu. Ada selisih harga dari pasar. Pembelian tidak dibatasi, tetapi harus menggunakan kupon. Lebih murah di sini,” ujarnya.

Warga memadati stan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Pemerintah Kabupaten Ngawi di Alun-Alun Merdeka.

Hal serupa disampaikan Aning, warga Dumplengan, yang membeli beras untuk keperluan zakat.

“Beras juga murah, dapat harga Rp37.500 untuk 3 kilogram. Untuk zakat nanti, saya sangat terbantu karena ini kebutuhan pokok,” ungkapnya.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, juga menyempatkan diri berdialog dengan para pedagang yang terlibat. Ia menegaskan bahwa GPM merupakan bagian dari komitmen Pemkab Ngawi dalam menindaklanjuti imbauan Kementerian Dalam Negeri dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk menjaga stabilitas harga pangan.

“Ini bagian dari komitmen Pemkab Ngawi. Semua bergerak memastikan harga kebutuhan pangan dalam kondisi stabil,” tegasnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan GPM tidak hanya dipusatkan di Alun-Alun Merdeka, tetapi juga digelar di sejumlah titik lain seperti Walikukun dan lokasi yang berdekatan dengan pasar tradisional.

“Kami ingin bahan pangan selama Ramadan dan menjelang Lebaran dalam kondisi aman, baik dari sisi ketersediaan maupun harga yang relatif stabil. Ini penting untuk menghadirkan kekhidmatan, keamanan, dan kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa,” jelasnya.

Menanggapi keluhan pedagang terkait sulitnya pasokan beberapa komoditas, Ony mengakui adanya keterbatasan pasokan pada komoditas tertentu, terutama cabai. Penurunan produksi di sejumlah daerah sentra akibat faktor cuaca menyebabkan harga cabai mengalami kenaikan di berbagai wilayah.

“Memang ada beberapa komoditas yang pasokannya minim, terutama cabai, sehingga harganya meningkat. Namun, untuk kebutuhan pokok lainnya relatif aman,” terangnya.

Lebih lanjut, Ony menyebut anggaran subsidi dalam pelaksanaan GPM bersumber dari Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang melekat pada masing-masing dinas terkait.

“Kami berharap daya beli masyarakat tetap terjaga serta inflasi daerah dapat terkendali menjelang Hari Raya Idulfitri,” pungkasnya.