KOTA MADIUN, forumnusantara.com/ – Pemerintah Kota Madiun mengarahkan kebijakan pembangunan dengan fokus pada penguatan sumber daya manusia (SDM), sementara pembangunan fisik untuk sementara waktu disesuaikan dengan kebutuhan.

Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, menyampaikan bahwa pada periode 2026 hingga 2029 tidak akan ada pembangunan fisik besar-besaran. Pemerintah lebih menitikberatkan pada pemeliharaan infrastruktur yang sudah ada.

“Untuk tahun 2026 sampai 2029, rencananya tidak ada pembangunan fisik besar-besaran. Saat ini lebih kepada pemeliharaan,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).

Menurutnya, langkah tersebut merupakan strategi untuk mempersiapkan kualitas SDM Kota Madiun agar mampu menghadapi tantangan ke depan, khususnya menuju tahun 2030.

“Kita lebih fokus pada bagaimana mempersiapkan SDM sampai 2030. Jadi fokus pemerintah kota saat ini adalah menyiapkan sumber daya manusianya. Apabila ada perubahan, tentu akan kami koordinasikan dengan DPRD,” jelasnya.

Meski terjadi pergeseran fokus pembangunan, program-program yang telah direncanakan pada tahun berjalan tetap akan dilaksanakan sesuai rencana.

Ia juga menegaskan, setiap penyesuaian program yang dipengaruhi oleh regulasi dari pemerintah pusat akan disampaikan secara terbuka kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas.

“Kami pastikan apa yang tidak bisa berjalan dikarenakan adanya aturan dari kementerian atau hal lain, pasti akan kami sampaikan ke DPRD,” tambahnya.

Dengan kebijakan ini, Pemerintah Kota Madiun menegaskan komitmennya untuk tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat kualitas SDM sebagai fondasi utama dalam mendorong kemajuan daerah ke depan.