NGAWI, forumnusantara.com/ – Suasana haru dan bahagia menyelimuti Balai Desa Kwadungan Lor, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi, Jumat (8/5/2026). Senyum sumringah tampak menghiasi wajah para guru PAUD, TK, TPA hingga kader posyandu saat menerima insentif yang telah lama mereka nantikan.
Setelah harus bersabar selama lima bulan tanpa honor, para tenaga pendidik non-PNS dan kader pelayanan masyarakat akhirnya menerima pencairan insentif secara rapel dari Pemerintah Desa Kwadungan Lor.
Kegiatan penyaluran berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Satu per satu penerima tampak lega ketika honor mereka diserahkan langsung di Balai Desa setempat. Bagi sebagian guru, bantuan tersebut menjadi angin segar untuk membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Kepala Desa Kwadungan Lor, Sutriyono, mengatakan pemberian insentif itu merupakan bentuk perhatian pemerintah desa terhadap para tenaga pendidik dan kader yang selama ini telah mengabdikan diri untuk masyarakat.
“Selama lima bulan mereka harus rela belum menerima honor dan baru bisa dicairkan hari ini,” ujar Sutriyono.
Ia menjelaskan, guru PAUD menerima insentif sebesar Rp300 ribu per bulan, sedangkan guru TK, guru TPA, dan kader posyandu masing-masing memperoleh Rp200 ribu per bulan. Seluruh honor tersebut dibayarkan sekaligus selama lima bulan terakhir.
Menurutnya, para guru pendidikan anak usia dini memiliki peran sangat penting dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa. Namun di balik pengabdian mereka, masih banyak tenaga pendidik yang harus bertahan dengan keterbatasan karena belum berstatus ASN maupun belum menerima tunjangan sertifikasi.
“Para guru ini adalah peletak batu pertama dalam pendidikan anak-anak kita. Insentif ini adalah bentuk ucapan terima kasih dan dukungan dari pemerintah desa agar semangat mengajar mereka tetap terjaga demi masa depan generasi yang lebih cerah,” katanya.
Sutriyono menambahkan, insentif tersebut bersumber dari anggaran desa yang memang dialokasikan untuk mendukung kesejahteraan tenaga pendidik dan kader pelayanan masyarakat di Desa Kwadungan Lor.
Ia berharap bantuan tersebut tidak hanya membantu secara ekonomi, tetapi juga menjadi motivasi bagi para guru untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini di desa.Insentif itu, kata Sutriyono, dapat menjadi penyemangat bagi para guru untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan desa.
” Pendidikan usia dini menjadi fondasi penting mencetak generasi unggul dan berdaya saing di masa mendatang,” pungkasnya.
