NGAWI, forumnusantara.com/ – Kendaraan operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) ringsek setelah terlibat kecelakaan beruntun dengan dua truk colt diesel di jalur nasional Ngawi–Solo, tepatnya di Jalan Raya Ngawi–Karangjati Km 19-20, Desa/Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi, Sabtu (9/5/2026) pagi.

Meski tidak ada korban jiwa maupun luka, kecelakaan terjadi saat arus kendaraan angkutan barang mulai padat itu sempat menyita perhatian pengguna jalan karena kondisi pikap KDMP rusak berat di bagian depan.

Kasatlantas Polres Ngawi, AKP Yuliana Plantika, mengatakan peristiwa terjadi sekitar pukul 06.30 WIB. Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), kendaraan pikap KDMP diduga kehilangan kendali sebelum akhirnya masuk ke jalur berlawanan.

“Pikap tiba-tiba oleng ke kanan hingga keluar jalur. Setelah itu terjadi tabrakan dengan dua kendaraan truk yang datang dari arah berlawanan,” ujarnya.

Plantika mengungkapkan, kejadian bermula saat truk colt diesel AG 8410 UQ yang dikemudikan Sopingi (50), warga Ngronggot, Nganjuk, melaju dari arah timur ke barat. Di depannya melaju truk colt diesel B 9181 WQA yang dikemudikan Haryanto (50), warga Gemolong, Sragen.
Namun naas, dari arah berlawanan, melaju kendaraan pikap operasional KDMP produksi Mahindra bernomor polisi B 9272-XJY yang dikemudikan Happy Malau (70), warga Matraman, Jakarta Timur.

” Bagian depan kanan pikap pertama kali menghantam sisi kanan belakang truk B 9181 WQA. Benturan tersebut membuat kendaraan pikap terpental dan kembali menabrak bagian depan kanan truk AG 8410 UQ yang berada tepat di belakangnya,” jelas Kasat Lantas Plantika.

Benturan keras menyebabkan bodi depan kendaraan KDMP ringsek parah. Sementara dua truk mengalami kerusakan di bagian samping belakang dan bagian depan kendaraan.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Kerugian sementara berupa kerusakan material kendaraan,” kata Plantika.

Petugas Satlantas Polres Ngawi yang menerima laporan langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi kendaraan dan pengaturan arus lalu lintas. Jalur nasional Ngawi–Solo sempat mengalami perlambatan karena proses penanganan kecelakaan dilakukan di badan jalan. Insiden ini kembali menjadi pengingat tingginya risiko kecelakaan di jalur padat angkutan barang, khususnya pada jam sibuk pagi hari.

“Kami mengimbau pengendara menjaga konsentrasi dan memastikan kondisi kendaraan tetap prima sebelum melintas di jalur nasional,” tegasnya.