NGAWI, forumnusantara.com/ – RSUD dr. Soeroto Ngawi bergerak cepat melakukan langkah pencegahan menyusul meningkatnya kasus campak dalam beberapa waktu terakhir. Sebanyak 780 tenaga kesehatan (nakes) di rumah sakit tersebut menjalani imunisasi campak secara bertahap agar pelayanan kepada pasien tetap berjalan normal. Kegiatan imunisasi berlangsung di Ruang Komite Medik RSUD dr. Soeroto Ngawi, Senin (11/5/2026).

Kepala Bidang Pelayanan RSUD dr. Soeroto Ngawi, dr. Yeni mengatakan, pelaksanaan imunisasi sengaja dilakukan bertahap agar tidak mengganggu layanan rumah sakit.

“Pelaksanaannya selama lima hari, mulai hari Kamis, Jumat, Senin, Selasa, dan Rabu. Kami memang tidak serentak mengingat pelayanan biar tidak terganggu,” ujarnya.

dr. yeni Kabid Pelayanan RSUD dr. Soeroto Ngawi

Menurut dr. Yeni, program imunisasi tersebut dilaksanakan berdasarkan surat edaran Kementerian Kesehatan Nomor 202/C/1837/2016 tentang imunisasi campak bagi tenaga kesehatan. Selain itu, pihak rumah sakit juga menerima instruksi dari Dinas Kesehatan untuk melaksanakan vaksinasi bagi seluruh tenaga kesehatan.

Ia menjelaskan, meningkatnya kasus campak menjadi perhatian serius, terutama bagi tenaga kesehatan yang setiap hari berinteraksi langsung dengan pasien.

“Kegiatan ini didasarkan karena kasus campak memang meningkat akhir-akhir ini. Khususnya tenaga kesehatan yang sering bersinggungan langsung dengan pasien, sehingga imunisasi ini sangat penting,” jelasnya.

Vaksin dan logistik imunisasi, lanjutnya, seluruhnya disuplai oleh Dinas Kesehatan sehingga rumah sakit tinggal melaksanakan kegiatan vaksinasi. Program tersebut juga menyasar dokter internship yang sedang bertugas di RSUD dr. Soeroto Ngawi.

Sementara itu, salah satu tenaga kesehatan bagian farmasi, Taufik mengaku baru pertama kali menerima vaksin campak.

“Rasanya sakit,” katanya sambil tersenyum.

Ia menuturkan, sebelum mendapatkan suntikan vaksin, seluruh tenaga kesehatan wajib menjalani pendataan dan skrining kesehatan terlebih dahulu.

“Awalnya daftar dulu, kemudian diskrining. Setelah suhu tubuh normal baru boleh suntik. Setelah itu dapat susu kotak atau kacang hijau,” ungkapnya.

Langkah imunisasi massal bagi tenaga kesehatan ini diharapkan mampu meningkatkan perlindungan bagi para nakes sekaligus mencegah penyebaran campak di lingkungan rumah sakit.