NGAWI, forumnusantara.com/ – Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Kerek, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, mendadak jadi sorotan publik usai video yang diunggah oleh konten kreator viral di media sosial dan menimbulkan komentar beragam dari warganet. Bangunan koperasi tersebut ramai diperbincangkan karena berdiri tepat di tepi kali dengan bagian depan langsung menghadap aliran sungai. Banyak yang mempertanyakan keamanan lokasi pembangunan karena dinilai rawan longsor dan berada terlalu dekat dengan bibir kali.

Sorotan publik makin tajam karena proyek tersebut merupakan bagian dari pembangunan Koperasi Desa Merah Putih yang tengah digencarkan pemerintah di berbagai daerah. Dalam video viral itu terlihat bangunan koperasi hampir rampung, namun posisi depannya tepat menghadap area kali yang tampak cukup curam.

Menanggapi polemik tersebut, Dandim Ngawi Letkol Arh Setu Wibowo menegaskan bahwa pemilihan lokasi pembangunan KDMP bukan keputusan sepihak. Ia menyebut lokasi itu telah disepakati melalui musyawarah desa khusus (musdesus) bersama warga.

“Ada dua pilihan lokasi, satu di bukit dan satu lagi yang dipakai sekarang. Kalau di bukit jauh dari permukiman warga. Kali itu juga kering kalau tidak hujan,” ujar Setu saat dikonfirmasi, Kamis (14/5/2026).

Menurutnya, lokasi yang dipilih justru dianggap paling strategis karena berada di pusat aktivitas masyarakat. KDMP dibangun dekat kantor desa dan sekolah sehingga dinilai lebih mudah dijangkau warga.

“Lokasinya berada di tengah permukiman dan pusat pemerintahan desa. Kalau di bukit Kerek terlalu jauh dari warga,” jelasnya.

Setu juga memastikan aspek pengamanan lokasi sudah diperhitungkan. Saat ini, tim teknis disebut tengah membangun talud di bagian depan bangunan yang menghadap kali. Area tersebut nantinya akan diuruk tanah dan dimanfaatkan sebagai lahan parkir kendaraan.

Di tengah polemik yang berkembang, progres pembangunan KDMP Desa Kerek disebut telah mencapai 90 persen. Pekerjaan yang tersisa hanya pemasangan listrik dan pintu harmonika.

Tak hanya itu, Dandim juga menyinggung pembangunan KDMP di wilayah lain di Ngawi yang tetap berjalan meski harga material bangunan mengalami kenaikan.

“Dari total 213 titik KDMP di Kabupaten Ngawi, sebanyak 90 titik sudah rampung 100 persen, sisanya masih dalam proses pengerjaan,” pungkasnya.