NGAWI, forumnusantara.com/ – Usai keluhan pasien yang mengalami dugaan body shamming saat melahirkan diberitakan media dan viral di media sosial. Manajemen RSUD dr. Soeroto Ngawi langsung memberikan pembinaan kepada ratusan tenaga kesehatan (nakes).
Kepala Bidang Pelayanan RSUD dr Soeroto Ngawi, dr. Yeni Rusmawati, saat dikonfirmasi membenarkan, pihaknya langsung turun tangan memberikan pembinaan kepada ratusan tenaga kesehatan.
Yeni mengungkapkan, pembinaan tersebut difokuskan pada peningkatan kualitas pelayanan, sikap ramah, serta penguatan etika dalam melayani pasien.
“Pelayanan harus terus ditingkatkan. Senyum, sapa, dan keramahan kepada pasien tetap menjadi prioritas. Kami ingin seluruh pasien diperlakukan layaknya keluarga sendiri,” ujar Yeni. Jumat (5/6/26)
Lebih lanjut, Yeni mengatakan ratusan nakes dijadwalkan bakal mengikuti pembinaan secara bertahap.
Dalam arahannya, Yeni menegaskan tidak boleh ada perbedaan perlakuan terhadap pasien, baik peserta BPJS maupun pasien umum.
“Kami mengupayakan pelayanan dengan setulus hati seperti melayani keluarga sendiri. Ini menjadi bahan evaluasi agar ke depan pelayanan kepada masyarakat semakin baik,” tegasnya.
Terkait keluhan pasien yang mengaku mengalami dugaan body shaming saat menjalani persalinan, Kabid Pelayanan RSUD dr Soeroto Ngawi ini berjanji akan menelusuri siapa tenaga kesehatan yang terlibat. Jika terbukti melakukan pelanggaran, rumah sakit tidak akan segan memberikan sanksi.
“Kami akan mencari petugas yang bersangkutan dan memberikan teguran. Jika tidak diindahkan, sanksi bisa diberikan mulai SP1 hingga SP3,” katanya.
Ia juga membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan terkait pelayanan rumah sakit. Setiap aduan, kata dia, akan segera ditindaklanjuti sebagai bahan perbaikan.
Diberitakan sebelumnya, seorang pasien bernama Indah Nur Fitria asal Desa Beran, Ngawi, mengeluhkan perlakuan yang diterimanya saat melahirkan.Ia mengaku menjadi bahan olok-olok terkait kondisi fisiknya saat menjalani proses persalinan di rumah sakit milik pemerintah.
” Saya merasa mental saya dihancurkan. Ada yang bilang, habis ini diet ya rekoso banget kita sebagai perawat,” ungkap Indah.
