NGAWI, forumnusantara.com/ – Posyandu tidak lagi identik hanya dengan balita dan ibu hamil. Di Desa Legundi, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi, layanan kesehatan kini menjangkau seluruh kelompok usia melalui Posyandu Semesta Dahlia yang menerapkan konsep Integrasi Layanan Primer (ILP).

Bertempat di Dusun Legundi 2, program tersebut menghadirkan pelayanan kesehatan terpadu mulai dari balita, anak prasekolah, remaja, ibu hamil, hingga lanjut usia (lansia) dalam satu waktu dan satu lokasi pelayanan.

Kepala Desa Legundi, Suyitno, mengatakan konsep ILP dirancang agar pelayanan kesehatan tidak lagi berjalan terpisah-pisah berdasarkan kelompok usia, melainkan terintegrasi dan berkesinambungan. Langkah ini menjadi terobosan penting di tingkat desa untuk mendekatkan akses kesehatan sekaligus memperkuat upaya pencegahan penyakit sejak dini.

“Pelayanan kesehatan tidak hanya terfokus pada satu kelompok usia, tetapi menjangkau seluruh usia. Dengan begitu, masalah kesehatan bisa dideteksi lebih dini dan ditangani lebih cepat,” ujarnya, Senin (8/6/2026).

Menurutnya, keberadaan Posyandu Semesta Dahlia memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memperoleh layanan kesehatan dasar tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke fasilitas kesehatan lainnya.

Model pelayanan terpadu, kata dia sejalan dengan program transformasi kesehatan nasional yang menitikberatkan pada pendekatan promotif dan preventif yang berupaya mengubah paradigma layanan kesehatan dari yang sebelumnya berfokus pada pengobatan menjadi pencegahan dan deteksi dini.

Saat posyandu berlangsung, ia mengungkapkan antusiasme masyarakat cukup tinggi. Para ibu membawa balita mereka untuk mengikuti penimbangan berat badan dan pemantauan tumbuh kembang. Selain itu, para remaja juga memanfaatkan layanan skrining kesehatan, sementara lansia menjalani pemeriksaan kesehatan rutin guna memantau kondisi tubuh mereka.

” Kegiatan ini jadi garda terdepan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini. Semakin cepat masalah kesehatan diketahui, semakin besar peluang untuk mencegah penyakit yang lebih serius,” tutur Suyitno.

Salah satu ibu hamil, Nanik juga mengamini kehadiran posyandu ILP memudahkan dirinya untuk mengetahui perkembangan janinnya tanpa harus jauh jauh datang ke puskesmas.

” Saya bisa berkonsultasi dengan bidan desa, selain itu juga dapat tambahan makanan bergizi,” kata Nanik.