NGAWI, forumnusantara.com/ – Di tengah keterbatasan anggaran, Pemerintah Desa Kebon, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, memilih memastikan Dana Desa tetap menyentuh masyarakat yang paling membutuhkan. Melalui Program Padat Karya Tunai Desa (PKTD) Tahun 2026, puluhan warga dilibatkan dalam pemeliharaan talud menuju area makam di RT 02/RW 01, Dusun Kedung Pawon.
Kepala Desa Kebon, Jones Ama Nurida, menegaskan bahwa pelaksanaan PKTD sengaja diarahkan untuk melibatkan kelompok masyarakat yang selama ini rentan secara ekonomi.
“Kami memprioritaskan keterlibatan kelompok masyarakat rentan agar Dana Desa benar-benar dirasakan manfaatnya secara langsung,” ujar Jones saat dikonfirmasi, Senin (8/6/2026).
Ia mengungkapkan program PKTD didanai Dana Desa sebesar Rp5 juta. Menurutnya, dana tersebut tidak sekadar berorientasi pada perawatan infrastruktur, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi bagi warga rentan yang selama ini membutuhkan akses pekerjaan dan tambahan penghasilan. Sasaran programnya meliputi rumah tangga miskin, pengangguran, setengah pengangguran, perempuan kepala keluarga, hingga kelompok marginal lainnya.
Lebih lanjut kata dia, pola swakelola yang diterapkan dalam PKTD memungkinkan masyarakat menjadi pelaku utama pembangunan di desanya sendiri. Selain memperoleh upah harian, warga juga ikut bertanggung jawab menjaga hasil pembangunan yang dikerjakan bersama.
“Program ini bukan hanya membangun infrastruktur sederhana, tetapi juga memberikan kesempatan kerja bagi warga yang membutuhkan. Tentu multiplier effect-nya ada, yakni fasilitas publik terawat dan pendapatan masyarakat meningkat,” imbuhnya.
Kendati nilai anggaran yang digelontorkan relatif kecil, Pemerintah Desa Kebon berharap manfaat program dapat dirasakan secara luas. Di tengah meningkatnya kebutuhan hidup masyarakat, PKTD dinilai menjadi salah satu langkah konkret untuk memperkuat daya beli warga sekaligus menumbuhkan kembali semangat gotong royong.
Semangat itu terlihat dari antusiasme warga yang terlibat dalam pekerjaan pemeliharaan talud. Sejak pagi, mereka bergotong royong menyelesaikan pekerjaan yang dinilai penting untuk menjaga akses dan keamanan lingkungan sekitar makam.
“Program padat karya seperti ini manfaatnya dapat dirasakan masyarakat sekitar. Kami juga mendapat tambahan pemasukan untuk kebutuhan keluarga,” ungkap Parno, salah seorang warga peserta PKTD, yang diamini warga lainnya.
