NGAWI, forumnusantara.com/ – Di tengah tren menurunnya jumlah peserta didik di sejumlah lembaga pendidikan, MIN 13 Ngawi justru menunjukkan capaian yang berlawanan. Madrasah yang berada di Desa Babadan, Kecamatan Pangkur ini kembali mencatat peningkatan kepercayaan masyarakat dengan melonjaknya jumlah pendaftar dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.

Momentum tersebut mengemuka dalam acara puncak wisuda dan pelepasan 36 siswa kelas VI MIN 13 Ngawi yang berlangsung meriah pada Jumat malam (12/6/2026). Acara dihadiri Kepala Kementerian Agama Kabupaten Ngawi, Forkopimcam Pangkur, pemerintah desa, komite sekolah, wali murid, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Sejak awal acara, suasana penuh semangat dan kebanggaan terasa kental. Para siswa menampilkan berbagai pertunjukan yang memukau tamu undangan, mulai dari sholawat dan hadrah, karawitan Krida Tanaya, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, hingga pertunjukan wayang. Penampilan tersebut menjadi bukti bahwa madrasah tidak hanya berfokus pada pendidikan akademik, tetapi juga pengembangan karakter, seni, dan budaya.

Kepala MIN 13 Ngawi, Sukarwan, menyampaikan rasa syukur atas kelulusan seluruh siswa kelas VI. Ia berpesan agar para lulusan terus melanjutkan pendidikan dan menjaga nama baik madrasah.

“Terus neruske pawiyatan, mikul duwur mendem jero,” pesannya kepada para wisudawan.

Dalam sambutannya, Sukarwan mengungkapkan bahwa MIN 13 Ngawi saat ini memiliki 317 siswa yang terbagi dalam 15 rombongan belajar. Menariknya, jumlah peserta didik terus meningkat dari tahun ke tahun.

“Tahun lalu penerimaan siswa baru sebanyak 54 anak. Tahun ini meningkat menjadi 77 siswa. Artinya ada surplus 23 siswa. Ini menjadi bukti meningkatnya kepercayaan masyarakat kepada MIN 13 Ngawi,” ujarnya.

Menurutnya, peningkatan tersebut membuat madrasah yang sebelumnya rata-rata hanya melepas dua kelas setiap tahun kini mampu membuka hingga tiga kelas baru untuk menampung kebutuhan masyarakat.

Ketua Komite MIN 13 Ngawi yang juga Kepala Desa Babadan, Lasirin, menekankan pentingnya sinergi antara sekolah, wali murid, dan lembaga pendidikan lanjutan agar keberhasilan pendidikan anak dapat terus berlanjut.

Ia mengingatkan para orang tua bahwa setelah lulus dari MIN, para siswa tidak perlu mencari sekolah hingga ke luar daerah karena di Babadan telah tersedia jenjang pendidikan yang lengkap, mulai MTs hingga MAN dengan kualitas yang mampu bersaing.

“Kerja sama wali murid dan sekolah harus terus dijaga. Setelah lulus dari MIN, anak-anak tidak perlu jauh-jauh sekolah karena di Babadan sudah tersedia MTs maupun MAN yang kualitasnya juga baik,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Ngawi, Moh. Ersat, memberikan apresiasi khusus terhadap perkembangan MIN 13 Ngawi. Ia bahkan menyebut madrasah tersebut sebagai salah satu lembaga pendidikan yang paling menonjol di Kabupaten Ngawi.

“Satu kata untuk MIN 13 Ngawi, luar biasa,” tegasnya.

Moh. Ersat menjelaskan, dari 126 Madrasah Ibtidaiyah yang ada di Kabupaten Ngawi, hanya 14 yang berstatus negeri. Di tengah tantangan menurunnya jumlah peserta didik yang dialami banyak lembaga pendidikan, MIN 13 Ngawi justru mampu mencatat pertumbuhan signifikan.

“Di tempat lain banyak yang mengalami penurunan jumlah siswa. Namun MIN 13 Ngawi justru naik dari 54 menjadi 77 siswa baru. Ini capaian luar biasa yang lahir dari kepemimpinan kepala madrasah, kekompakan guru, tenaga kependidikan, komite, dan dukungan masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan para lulusan agar tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi tetap menjunjung tinggi adab dan disiplin beribadah.

“Sepintar apa pun seseorang, ilmunya tidak akan bermanfaat jika tidak menghormati orang tua dan guru. Jaga adab, jaga salat. Tri harakah menuju sukses,” pungkasnya.