MADIUN, forumnusantara.com/ – Menjelang peringatan Malam 1 Suro atau 1 Muharram 1447 Hijriah, Pengurus Pusat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) memutuskan mengosongkan seluruh aktivitas dan menggembok Padepokan Agung PSHT di Jalan Merak Nomor 10, Kota Madiun.
Keputusan tersebut merupakan hasil koordinasi antara Pengurus Pusat PSHT dengan aparat keamanan, termasuk Polda Jawa Timur dan Polres Madiun Kota, sebagai langkah antisipasi untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kekhusukan peringatan Bulan Suro.
Ketua V Koordinator Departemen Komunikasi Digital dan Kehumasan Pengurus Pusat PSHT, Kangmas Dwi Sudarsono, mengatakan bahwa kebijakan tersebut diambil sebagai bentuk tanggung jawab organisasi dalam menjaga situasi tetap kondusif.
“Pengosongan dan penggembokan Padepokan Agung PSHT merupakan keputusan bersama hasil koordinasi dengan aparat keamanan sebagai langkah preventif untuk menjaga keamanan, ketertiban, serta kekhusukan warga dalam menyambut Bulan Suro dan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriah,” ujar Dwi Sudarsono.
Menurutnya, Bulan Suro memiliki makna spiritual yang mendalam bagi warga SH Terate. Karena itu, momentum tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan ibadah, introspeksi diri, dan mempererat nilai-nilai persaudaraan.
Selain pertimbangan spiritual, Pengurus Pusat PSHT juga memperoleh informasi mengenai adanya rencana kegiatan tirakatan yang diperkirakan dihadiri sekitar seribu orang di kawasan Padepokan Agung. Namun kegiatan tersebut diketahui belum mendapatkan koordinasi maupun persetujuan resmi dari Pengurus Pusat PSHT maupun Lembaga Pengamanan Terate (Pamter).
Untuk menghindari potensi gangguan keamanan dan ketertiban, kawasan Padepokan Agung untuk sementara dikosongkan dari berbagai aktivitas dan dilakukan pengamanan hingga waktu yang akan ditentukan kemudian.
“Kebijakan ini bukan untuk membatasi aktivitas warga, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab organisasi dalam menjaga kondusivitas wilayah serta memastikan peringatan Malam 1 Suro berlangsung aman, damai, dan penuh khidmat,” tambahnya.
Padepokan Agung PSHT selama ini dikenal sebagai pusat kegiatan organisasi sekaligus simbol persatuan warga SH Terate dari berbagai daerah di Indonesia. Lokasi tersebut juga memiliki nilai historis yang tinggi bagi perjalanan organisasi.
Melalui kebijakan ini, Pengurus Pusat PSHT mengajak seluruh warga SH Terate untuk memaknai Bulan Suro dengan kegiatan yang lebih sederhana dan mendalam melalui doa, introspeksi, pengendalian diri, serta peningkatan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
“Semangat persaudaraan sejati tidak diukur dari banyaknya kerumunan, tetapi dari kemampuan kita menjaga ketertiban, kedamaian, dan nilai-nilai luhur ajaran SH Terate dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.
