SAMPANG, forumnusantara.com/ — Bupati Sampang, Slamet Junaidi, resmi dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sampang masa khidmat 2025–2030. Pengukuhan tersebut dilakukan oleh Ketua Bidang Ukhuwah dan Kerukunan Umat Beragama MUI Jawa Timur, KH Jazuli Nur, di Pendopo Trunojoyo, Kamis (23/04/2026) pagi.

Pengukuhan ini berdasarkan Surat Keputusan Dewan Pimpinan MUI Jawa Timur Nomor Kep 18/DP-P/XII/2025. Dalam SK tersebut, KH M Itqan Bushiri juga dikukuhkan sebagai Ketua Umum MUI Kabupaten Sampang periode 2025–2030.

Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Sampang KH Ahmad Mahfudz, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua DPRD Sampang Rudi Kurniawan, pimpinan perbankan, kepala OPD, tokoh ormas keagamaan, awak media, serta pengurus MUI tingkat kecamatan se-Kabupaten Sampang.

Momentum pengukuhan ini menjadi bagian dari penguatan kelembagaan MUI Kabupaten Sampang dalam mempertegas peran ulama di tengah kehidupan masyarakat.

Sekretaris MUI Jawa Timur KH Nur Fauzi membacakan Surat Keputusan Dewan Pimpinan dan Dewan Pertimbangan MUI Kabupaten Sampang yang ditetapkan di Surabaya pada 24 Desember 2025. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan baiat yang dipimpin KH Jazuli Nur dan diawali dengan pembacaan syahadat.

Mewakili Bupati Sampang, Wakil Bupati KH Ahmad Mahfudz menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus yang baru dikukuhkan. Ia berharap momentum ini semakin memperkuat peran MUI sebagai penjaga arah keagamaan umat sekaligus menjadi jembatan antara umat Islam dan pemerintah.

“Selain sebagai pemberi fatwa, MUI juga diharapkan menjadi garda terdepan dalam membimbing umat menjalankan ajaran Islam secara moderat (wasathiyah), yang mengedepankan perdamaian, kesantunan, toleransi, dan keseimbangan dalam berdakwah,” ujarnya.

Ia menambahkan, MUI memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah daerah dalam memberikan pertimbangan keagamaan terhadap kebijakan publik, serta menjaga keseimbangan antara nilai-nilai Islam dan pembangunan daerah.

Dengan komposisi kepengurusan yang diisi para alim ulama, pihaknya optimistis MUI mampu melanjutkan capaian positif sekaligus menghadirkan terobosan baru ke depan.

Sementara itu, Ketua Umum MUI Sampang KH M Itqan Bushiri menegaskan bahwa peran ulama ke depan semakin penting dalam menjawab dinamika sosial masyarakat. Ia juga menyoroti pentingnya pendekatan dakwah yang menyesuaikan perkembangan zaman.

“Generasi sekarang tidak cukup hanya dengan ceramah. Mereka lebih dekat dengan gadget dan informasi digital. Karena itu, MUI harus mampu hadir melalui media yang relevan, seperti website dan platform digital lainnya,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terbentuknya kepengurusan baru, khususnya Dewan Pertimbangan MUI yang dipimpin oleh Bupati Sampang.

Menurutnya, amanah yang diemban pengurus MUI tidaklah ringan. Diperlukan kebersamaan serta komitmen untuk mengedepankan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi.

“MUI hadir sebagai wadah musyawarah para ulama. Dalam menetapkan fatwa dan memberikan pencerahan kepada masyarakat, dibutuhkan kebersamaan dan keterlibatan banyak pihak,” pungkasnya.