NGAWI, forumnusantara.com/ — Kader Posyandu Desa Kwadungan Lor, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi, tampak aktif memindahkan isi paket Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan oleh SPPG Ngawi Padas Kwadungan Lor di bawah naungan Yayasan Shadoyo Bhakti Kasembadan, Selasa (28/4/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya distribusi makanan bergizi kepada balita, ibu hamil, dan ibu menyusui di wilayah tersebut.
Dalam prosesnya, terlihat ibu-ibu paruh baya menuangkan isi ompreng berisi nasi, ayam, sayur kubis, tempe goreng, buah jeruk, serta susu untuk balita ke dalam wadah seperti tepak makanan maupun plastik sebelum disalurkan kepada penerima manfaat.
Penanggungjawab posyandu, Asri, mengungkapkan bahwa jumlah paket yang dibagikan di setiap pos cukup banyak.
“Itu dibagi per pos ada yang 40 sampai 50 rantang, dengan 8 sampai 10 orang kader dan tiap rantangnya dapat upah seribu rupiah,” ujarnya.
Sementara itu, kader posyandu lainnya, Wulan, mengaku tetap bersyukur meski upah yang diterima relatif kecil.
“Senang kalau gajian, soalnya keluarnya per 10 hari dan rata-rata tidak sama tiap kader karena jumlah penerima di tiap pos berbeda,” katanya.
Sebagai ibu rumah tangga, Wulan menyebut pekerjaan tersebut dapat membantu menambah pemasukan keluarga. Namun, ia juga menghadapi sejumlah tantangan di lapangan.
“Kalau terlalu pagi, kita belum siap jadi tergesa-gesa. Kalau terlalu siang panas, kadang penerima sudah tidur. Jadi harus cepat diantarkan supaya makanan sampai tetap fresh,” tambahnya.
Ia juga menjelaskan bahwa distribusi dilakukan dengan koordinasi melalui grup WhatsApp. Warga diminta menyiapkan wadah makanan, dan jika tidak berada di rumah, biasanya wadah digantung di pintu untuk memudahkan pembagian.
Kepala Desa Kwadungan Lor, Sutriyono, mengapresiasi keterlibatan warga dalam program tersebut.
“Bisa untuk tambahan bagi ibu-ibu kader posyandu. Pihak SPPG mengirim ompreng MBG ke kantor desa, lalu dibagikan oleh kader yang juga mendapatkan upah,” jelasnya.
Kepala SPPG Ngawi Padas Kwadungan Lor, Muhammad Bagus Kurniawan, membenarkan bahwa pihaknya melibatkan kader posyandu dalam proses distribusi.
Ia menjelaskan, besaran upah dihitung berdasarkan jumlah penerima manfaat.
“Upahnya Rp1.000 per ompreng atau penerima manfaat. Jadi misalnya dalam satu desa ada 100 penerima dari kelompok 3B (balita, ibu menyusui, dan ibu hamil), maka dalam sehari totalnya Rp100.000 dikalikan jumlah hari, kemudian dibagi rata oleh penanggung jawab kader di tiap desa,” terangnya.
Adapun jumlah penerima manfaat di Desa Kwadungan Lor tercatat sebanyak 229 orang, terdiri dari 142 balita, 56 ibu menyusui, dan 31 ibu hamil.
Program MBG ini dinilai membantu pemenuhan gizi masyarakat sekaligus memberikan tambahan penghasilan bagi kader posyandu.
