NGAWI, forumnusantara.com/ – Senyum bahagia tampak dari wajah Suyati, warga Dusun Sooko RT 07 RW 04 Desa Kawu, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi. Rumah sederhana yang selama ini ditempatinya akhirnya mendapat perbaikan melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari pemerintah desa.
Meski hanya mengandalkan anggaran Rp10 juta dari dana desa, Pemerintah Desa Kawu nekat menjalankan program RTLH dengan mengoptimalkan swadaya masyarakat dan budaya gotong royong warga.
Perbaikan rumah milik Suyati meliputi rabat lantai, pengecatan, penggantian reng, papan, hingga kasibot rumah yang sebelumnya mulai lapuk dan membahayakan penghuni.
Kepala Desa Kawu, Ali Impron, mengatakan keterbatasan anggaran tidak menjadi alasan untuk berhenti membantu warga kurang mampu.
“Dana desa untuk RTLH memang hanya Rp10 juta. Tapi kami maksimalkan dengan swadaya masyarakat. Warga ikut membantu tenaga dan material agar rumah bisa lebih layak ditempati,” ujar Ali Impron. Selasa (19/5/26)

Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam pembangunan desa. Semangat gotong royong dinilai masih hidup dan menjadi budaya yang terus dijaga warga Desa Kawu.
“Ini juga menjadi budaya gotong royong masyarakat desa. Jadi pembangunan tidak hanya mengandalkan anggaran, tetapi juga kepedulian warga,” katanya.
Program RTLH tersebut mendapat apresiasi warga karena dinilai benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat kecil. Bagi Suyati, bantuan itu bukan sekadar perbaikan rumah, tetapi juga menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi keluarganya.
“Alhamdulilah, rumahnya sudah bersih, tidak bocor lagi, saya juga mengucapkan terimakasih sama desa dan semua warga yang sudah membantu,” tandas Suyati.
