MADIUN, forumnusantara.com/ – Pertemuan antara hari Jumat dan pasaran Kliwon dalam penanggalan Jawa atau yang dikenal dengan Malam Jumat Kliwon kembali menjadi perhatian masyarakat. Bagi sebagian kalangan, malam ini kerap dikaitkan dengan nuansa mistis. Namun menurut Romo Cokro Witjaksono, makna sejatinya jauh lebih dalam dari sekadar cerita-cerita yang berkembang di masyarakat.

Guru spiritual sekaligus Pengasuh Pondok Siswo Raharjo Darmorejo, Caruban, Madiun itu menjelaskan bahwa Jumat adalah hari yang dimuliakan dalam ajaran Islam, sedangkan Kliwon dalam kalender Jawa memiliki energi spiritual yang kuat karena berada pada puncak siklus pasaran.

“Jumat itu sayyidul ayyam, rajanya hari. Sementara Kliwon dalam hitungan Jawa memiliki nilai neptu yang besar. Ketika keduanya bertemu, ini menjadi momentum kuat untuk eling lan waspada, memperbanyak doa, tirakat, dan introspeksi diri,” ujar Romo Cokro, Kamis, (26/2/2026).

Menurutnya, Malam Jumat Kliwon bukanlah waktu untuk menakut-nakuti diri dengan hal-hal gaib, melainkan saat yang tepat untuk membersihkan batin, memperkuat hubungan kepada Tuhan, serta mendoakan para leluhur.

Romo Cokro menambahkan, tradisi Jawa sejatinya sarat dengan filosofi. “Orang Jawa diajarkan untuk selalu selaras antara lahir dan batin. Malam Jumat Kliwon itu pengingat agar manusia tidak lupa asal-usul dan tujuan hidupnya,” jelasnya.

Di sisi lain, setiap Malam Jumat Kliwon, Pondok Siswo Raharjo Di Desa Darmorejo Kec. Mejayan Kab. Madiun Jawa Timur juga dipadati tamu dari berbagai daerah. Tidak hanya dari wilayah Madiun dan sekitarnya, sejumlah tamu bahkan datang dari luar kota hingga luar provinsi untuk bersilaturahmi dan memohon doa atas berbagai hajat.

Mereka datang dengan beragam keperluan, mulai dari memohon kelancaran usaha, kesehatan keluarga, keselamatan, hingga ketenangan batin. Romo Cokro menegaskan bahwa doa yang dipanjatkan tetap ditujukan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Kami hanya mendoakan. Semua kembali kepada Gusti Allah. Yang penting niatnya baik dan dijalani dengan ikhtiar lahir batin,” tuturnya.

Momentum ini pun menjadi ajang silaturahmi spiritual, mempererat persaudaraan, serta menguatkan nilai kebersamaan dalam balutan tradisi dan keimanan. Dengan demikian, Malam Jumat Kliwon bukan sekadar tradisi turun-temurun, tetapi juga ruang refleksi dan penguatan doa bagi banyak orang yang menggantungkan harapan kepada Sang Pencipta.