NGAWI, forumnusantara.com/ — Semarak gema takbir menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 tetap digelar di Kabupaten Ngawi meski sempat tertunda akibat keputusan sidang isbat yang menetapkan 1 Syawal jatuh pada 21 Maret 2026. Kegiatan berlangsung khidmat dan meriah di tengah rintik hujan yang mengguyur kawasan Alun-Alun Merdeka Ngawi pada Jumat malam (20/3/2026).
Pawai takbir mengambil rute start dari Masjid Agung Baiturrohman dan berakhir di depan SMPN 1 Ngawi. Masyarakat tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut sebagai bentuk syiar Islam sekaligus ungkapan rasa syukur setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Ngawi, Roy Rozano, menyampaikan bahwa kegiatan gema takbir diikuti berbagai kelompok pelajar. Ia menjelaskan, sebanyak 14 tim dari tingkat MI/SD yang terbagi dalam 7 kelompok, 4 kelompok dari MTs/SMP, serta 3 kelompok dari SMA/MAN turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa gema takbir merupakan wujud syiar umat Islam dalam merayakan kemenangan setelah menahan lapar, haus, dan hawa nafsu selama bulan Ramadan.
“Ini salah satu bentuk syiar agama kaum muslim dalam merayakan kemenangan dengan penuh suka cita,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menyampaikan bahwa meskipun sempat ada penyesuaian jadwal berdasarkan keputusan Kementerian Agama, semangat masyarakat dalam melaksanakan gema takbir tetap tinggi.
“Awalnya sudah dipersiapkan, namun mengikuti hasil dari Kementerian Agama. Meski demikian, semangat masyarakat untuk melaksanakan gema takbir tetap luar biasa, bahkan sudah dua kali bersiap,” ungkapnya.
Bupati Ngawi juga menyoroti kondisi global, khususnya di kawasan Timur Tengah yang masih dilanda konflik dan bencana. Menurutnya, masyarakat Ngawi patut bersyukur karena daerahnya tetap aman dan kondusif.
“Di tengah kondisi beberapa wilayah di Timur Tengah yang belum aman, kita patut bersyukur karena Kabupaten Ngawi selalu dalam keadaan aman,” pungkasnya.
Gema takbir ini menjadi momentum kebersamaan sekaligus penguat nilai religius di tengah masyarakat, menandai datangnya hari kemenangan dengan penuh khidmat dan kebahagiaan.
